Selamat Datang DiBlogger Harris Senda :) , Jangan Lupa Follow ya :D

Kamis, 10 Oktober 2013

4) Pelek Termahal di Dunia
Pelek ini seluruhnya terbuat dari emas 24K.Pelek 19 inci yang pas untuk jalan-jalan ini satu buah saja harganya$6000.Artinya,untuk satu mobil harganya $24000.
5) Pohon Natal paling Ekspensif di Dunia
Pohon natal ini berada di Abu Dhabi,tepatnya di Emirates Palace Hotel.Pohon ini berdiri setinggi 40 kaki dan harganyaRp98.000.000.000,00!!!Wah,bayankan jika ada yang seperti itu.Pohon ini bertahtakan 181 batu permata seperti jamrud,safir,mirah,topaz,dan lain-lain.Serta,pohon ini juga dihiasi emas.Walaupun Arab dikenal sebagai negara yang kuat pengaruh Islamnya,namun secara tegas Arab adalah negara liberal yang bebas,jadi gak perlu khawatir memasang pohon natal.
6) Cognac Termahal
Cognac,seperti sampanye yang dibuat BNIC ini adalah cognac termahal di dunia.Selain karena kualitas minumannya,merek di botolnya dicelup dengan sterling emas 24K dan platin.Botolnya dihiasi dengan 6500 berlian yang disusun oleh tangan desainer perhiasan,Jose Davalos.Harga keseluruhan 1 botol Cognac ini saja adalah $2 juta!!!!!!!
8) Parfum Termahal di Dunia
Dibuat Clive Christian,botolnya dibuat dari kristal Baccarat dengan tutup berbentuk mahkota Ratu Victoria di atasnya.Dijamin,anda tidal bisa mendapatkan harumnya sampai anda membelinya,karena harga parfum ini 115 ribu euro.
10) Yalos Diamond--TV Termahal di Dunia
Sebuah pabrik Italia membuat TV Yalos Diamond yang dihiasi 160 berlian asli 20K.Harga TV ini mencapai $130000.
14) Beruang Teddy Termahal Di Dunia
Boneka beruang dengan harga $84000 ini punya mulut dari emas dan bulu dari benang emas serta mata biru dari batu safir.Perusahaan Steiff's membuat boneka teddy ini mengingat 125 tahun terciptanya Teddy bear,dan mereka memproduksi hanya 125 buah boneka ini.

Lingkungan

BAB IIII
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa upaya konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya akan sia-sia, bila hal tersebut tidak disertai dengan upaya pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dapat meliputi peningkatan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber daya alam hayati tersebut. Strategi yang efektif dalam upaya pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan melalui suatu kegiatan kerjasama antara pihak Kawasan Konservasi, Perguruan Tinggi, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Diharapkan dari upaya ini masyarakat dapat berperan aktif dalam kegiatan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, sehingga pada akhirnya kesejahteraan masyarakat dapat meningkat pula.
Kegiatan penyelamatan lingkungan harus membawa kesejahteraan bagi masyarakat yang ada di sekitar kawasan konservasi. Konservasi lingkungan yang meninggalkan masyarakat lokal hanya akan menimbulkan konflik dan berujung pada kegagalan program konservasi. Karena itu, kepentingan masyarakat harus diakomodasi dengan menjadikan mereka mitra konservasi.
Tujuan konservasi alam tidak akan tercapai tanpa kerja sama dengan masyarakat lokal karena mereka sangat tergantung pada sumber daya alam. Masyarakat harus tetap memperoleh keuntungan ekonomi dan sosial dari kegiatan konservasi itu.
Kegiatan pelestarian lingkungan akan berhasil bila masyarakat lokal merasakan manfaat dari kegiatan itu secara langsung. Selama ini kegiatan konservasi lingkungan selalu diikuti konflik antara masyarakat dan pengelola kawasan konservasi. Masyarakat di sekitar kawasan yang selama ini bergantung pada sumber daya alam tiba-tiba terputus aksesnya untuk memperoleh penghidupan dari alam.
Manfaat kawasan konservasi bagi masyarakat akan semakin tegas bila didukung kebijakan pemerintah dalam mekanisme pembayaran jasa lingkungan dan manajemen kolaborasi. Dalam manajemen kolaborasi, masyarakat dan semua pihak terkait berbagi peran dalam pengelolaan kawasan. Mekanisme ini bisa meningkatkan akuntabilitas dan efektivitas pengelolaan kawasan.
Penerapan jasa lingkungan merupakan salah satu cara pemberian imbalan yang layak bagi masyarakat konservasi. Sebagai contoh adalah mekanisme pembayaran jasa lingkungan di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Perusahaan Daerah Air Minum di sana membayar jasa lingkungan ke petani yang telah menjaga hutan di daerah tangkapan air Gunung Rinjani.
Wacana pembayaran jasa lingkungan seperti ini harus terus diangkat. Kita sering tidak memikirkan dari mana air yang kita minum selama ini. Bagaimana jika tidak ada masyarakat yang menjaga hutan di daerah tangkapan air.
Langkah lain yang penting dilakukan adalah meminta kontribusi dan penghargaan dari kelompok masyarakat penerima manfaat langsung kegiatan konservasi untuk ikut menanggung biaya konservasi. Hingga saat ini, sebut saja konsumen air minum PDAM maupun air botolan, belum menghargai dan membayar jasa keberadaan kawasan konservasi dan upaya tani-hutan di daerah tangkapan air dalam mengkonservasi wilayah tersebut.
Imbal balik ekonomi dari kegiatan konservasi tersebut membutuhkan peningkatan kapasitas masyarakat. Daya tawar masyarakat harus ditingkatkan melalui berbagai pelatihan dan fasilitasi ke pemerintah.
 
;